Senin, 07 Oktober 2013

Ku ingin menulis yang ku ingin




Mengenang wt..

Suara - suara itu tak bisa dipenjarakan
Disana bersemasayam Kemerdekaan
Apabila engkau memaksa diam,
Aku siapkan untukmu...Pembrontakan!!!

YAKINLAH 

Kata - kata tak pernah sirna
Dia telah menancap dalam janin-janin jiwa
Pada tembok-tembok yang pongah
Pada ranting-ranting yang sombong
Pada janji-janji yang riak 
Juga pada mimpi-mimpi mereka yang terbeli
Aku adalah orok diluar pagar besi yang menanti membeli mimpi...
Mungkinkah aku berjuang sendiri?
Yakinlah, suatu kala kata-kata membuncah menagih janji
Menggalang kekuatan meminta jatah pangan dari mereka-mereka
Para pejabat yang muntah harta dan yang lolos dari jebankan bui
Padamu kata-kata...
Kenapa asa-asaku - hartaku - dan emasku tersandra?
Ketahuilah aku akan mengutukmu
Sebelum Tuhan tebarkan arti bencana yang sebenarnya. 

UNTUKMU MUNGKIN AKU JATUH CINTA

Bukan aku sedang kelana mencari singgah
Yang kurasa desah nafas dipita suaramu, terlalu manis menyentuh jiwa
Dalam sebuah pagi nan merdu
Benciku kian menjadi
Saat gelombang irama mencabik emosiku membenam rindu
Entah kau begitu indah...(untukmu mungkin aku jatuh cinta)
Lewat suara malam, kutitipkan senafas sayang 
Yang mungkin cuma terbuang?
Padamu "mungkin aku telah jatuh cinta"

AJARI AKU

Ajari aku bercinta seperti pujangga berkata-kata
Jangan ajarkan aku bermain mata
Sebab, mata-mata liciknya tiadatara
Ajari aku memikatmu, dilesung pipitmu yang merah jambu
Jangan ajari aku menghisap madu
Sebab dimadu adalah empedu
Ajari aku sebenarnya hidup
Agar nafasku tak berkabut
Jangan biarkan tembang kehidupan kehilangan lantang
Seperti katak menanti hujan
Ajari aku mengenal-MU
Sebab ku tak tahu
Apakah masih ada udara dilubang hidungku.


Senin, 05 Agustus 2013

MENDABAKAN POLITIKUS YANG JUJUR

PILIHAN DI TANGAN ANDA?!

Sungguh sebuah delema ketika masyarakat dihadapkan pada sebuah partai yang notabene adalah partai yang ingin sekali membuat rakyat makmur, sejahtera, terjamin keamanannya. Hal ini dikarenakan sejak reformasi bergulir hingga kini masyarakat yang mempunyai segudang aspirasi belum mampu terserap dan terwujud secara signifikan terhadap apa yang menjadi cita-citanya. Sebuah partai hanya sebagai simbul aspirasi, sebuah partai berdiri hanya sebagai penghias demokrasi dan meramaikan pesta demokrasi agar terkesan demokratis. Namun tujuan awal 'Pendiriannya' menjadi lupa ketika partai sudah gemuk dan besar. Maka bukan tanpa alasan jika rakyat mulai jenuh dengan keberadaan sebuah partai. Rakyat hanya dijadikan boneka pemilihan ketika pesta digelar. Segala janji-janji politik mengalir menyejuki hati rakyat, namun setelah terpilih janji-janji itu hanya terhenti digedung saja.

Kami adalah salah satu dari sekian banyak partai yang berusaha menjadi partai yang mengerti rakyat, berusaha bekerja dengan hati dan menjadi jembatan menuju terwujudnya demokrasi yang harmoni. Ketika tujuan utama menjadi wakil rakyat hanya untuk sebuah pekerjaan atau status maka, tidak akan mungkin sebuah aspirasi dapat ditampung dan dikelola dengan baik. Jadikan para legislator adalah bagian dari ibadah dalam pekerjaannya untuk merealisasikan janji-janji politiknya yaitu "Membuat rakyat hidup, makmur, sejahtera, terlindungi keamanannya"

Hilangkan kesan "Seperti Memilih Kucing Dalam Karung". Kalimat ini benar-benar kurang enak untuk disimak dan didengar. Seolah-olah seorang pemilih dihadapkan pada pilihan yang tidak jelas, mereka memilih karena dorongan himbauan dari lembaga pemilu agar hak pemilih digunakan. Sebab tidak adanya kejelasan dari pemilih untuk memilih maka, apa yang dipilih bersifat spekulasi atau untung-untungan. Mereka akan merasa tersalurkan aspirasinya jika kebetulan yang dipilih adalah sesuai harapannya namun sebaliknya, mereka akan sakit hati jika aspirasinya tak ditanggapi. Untuk menghilangkan kesan seperti kalimat diatas maka konsekwensinya adalah bagaimana seorang peserta kontestan dari sebuah partai mau dan mampu untuk bersosialisasi secara maraton kepada calon pemilih. Tidak usah mengumbar janji namun lebih ke bukti.

Kami telah memulai...
kami mencoba memahami dan ...
kami Insyaallah peduli.

Berprestasi itu bukan untuk diri sendiri
tapi menciptakan mimpi menjadi sebuah bukti
percayakan kami untuk memperjuangan aspirasi
dengan cinta - kerja yang harmoni.
Inya Allah mbak Yenny Perduli.
2
UntuUntuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita masyarakat, sudah sewajarnya rakyat memilih yang terbaik dan cermat agar tidak keliru memilih seperti kucing dalam karung. Jika salah menangkap maka dirinyalah yang akan terluka. Kami yakin masyarakat lebih cerdas dari para calegnya.