Senin, 10 Februari 2014

KU INGIN MENULIS YANG KU INGIN (4)

BISU ITU BELENGGU
Jika kau tak lagi bisa bertanya,...
kau pasti jadi jajahan setiap keputusan
seperti lubang menganga kau akan diam saja
dijejali apapun yang kau benci
Dan...
Kaupun terampas - terhempas !!!
Jika suaramu tertahan di-tenggorokan
kau tak mungkin berubah menata harapan...
ke-inginan
cita - cita
kebebasan ... Dirampas !
Kau bagai batu
dibuang - dipungut - dicampakkan tak ada perlawanan
Bukankah hari ini sudah berubah?
Ya seharusnya kau juga berubah
Jangan kau pasung kata-katamu
jangan kau penjarakan ucapanmu
bentangkan ke-negeri langit,
tunjukkan pada dunia bahwa kau bisa!!!
Ingat : "Bisu itu belenggu"
S I L U E T

Istriku...
Jika engkau adalah bumi
akulah mentari
aku menyinari-mu dan...
dikau selalu mengharapkan hangatnya sinarku
Lalu terbesit dalam hatiku :
"Bukankah Tuhan menciptakan aku bukan hanya untuk bumi"?
tetapi ada planet lain yang juga mengharap hangatnya sinarku...
Jadi relakanlah aku menyinari planet
untuk menikmati hangatnya sinarku
merasakan faedah keberadaanku sebab,..
sudah kodrati dan Tuhan-pun tak marah
Suamiku...
bila kau memang mentari sang surya penebar cahaya,
aku rela kau berikan sinarmu pada planet lain
yang pernah Tuhan ciptakan karena...
mereka juga seperti aku butuh sinarmu
dan akupun merasa cukup dengan pencayahaan-mu
NAMUN...
Jika kau cuma sebatang lilin yang berkekuatan lima watt
jangan pernah bermimpi menyinari planet lain karena
kamar kita yang kecil-pun
belum sanggup kau terangi...

Sadi ms = FurQon agency untuk anda yang butuh kebenaran = by Firanda.


Sabtu, 01 Februari 2014

MENJAGA KEBAIKAN


Dari Abdullah bin Amru bin Al-ash berkata : Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Ya Abdullah, janganlah engkau seperti si-fulan, dahulu ia sholat malam lalu ia tidak mengerjakannya lagi"(Muttafaqun Alaihi). Berkata Imam Nawawi: "Bab menjaga kebaikan", Yaitu bahwasanya seseorang jika terbiasa mengerjakan kebaikan maka sepatutnya menge-kalkannya (menjaganya). Misalnya jika ia sudah terbiasa tidak meninggalkan hal-hal yang sunnah, yaitu shalat-shalat sunnah yang mengiringi shalat-shalat wajib, maka hendaknya ia menjaga hal itu. Dan jika terbiasa shalat dhuha dua raka'at maka hendaknya menjaga hal itu, segala kebaikan yang ia terbiasa mengerjakannya hendaknya ia jaga.

Imam Nawawi mengutip dalam bab ini beberapa ayat Al-Qur'an, yang kesemuanya menunjukkan bahwasanya manusia sepatutnya menjaga kebiasaan amal baiknya, diantaranya firman Allah - "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali" (An-Nahl:92)
Maknanya adalah : "Janganlah kalian seperti wanita pemintal yang memintal kain wol, lalu tatkala ia sudah memintal dan membagus-kannya ia robek-robek dan menguraikannya, (janganlah seperti ini) tetapi hendaknya kalian tetap dan kontinyu terhadap apa yang telah kalian lakukan" Inti dan pokoknya adalah amal. Dan perkaranya adalah seorang laki-laki, dahulunya mengerjakan shalat malam, lalu setelah itu tidak menjaganya (mengekalkannya), padahal mengerjakan shalat malam hukum pokoknya adalah sunnah, kalaulah manusia tidak melakukannya maka tidaklah ia dicela, dan tidak dikatakan kepadanya : "Mengapa kamu tidak mengerjakan shalat malam?"
Karena shalat malam adalah sunnah, akan tetapi keadaannya yang mana ia mengerjakan shalat malam lalu tidak mengerjakannya, inilah keadaan yang menyebabkan ia dicela. Oleh karena itu Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Janganlah kamu seperti si-fulan, dahulu ia shalat malam lalu ia tidak mengerjakannya lagi"

Hal yang lain, dan ini merupakan yang terpenting, hendaknya seseorang memulai untuk menuntut ilmu syar'i, tatkala  Allah membukakan baginya kenikmatan ia tinggalkan amalnya (menuntut ilmu syar'i), maka sesungguhnya hal ini kufur terhadap nikmat yang Allah berikan padanya. Maka jika engkau memulai menuntut ilmu teruslah menuntut ilmu kecuali sesuatu yang sangat darurat menyibukanmu, dan kalau tidak ada halangan maka teruslah menuntut ilmu karena menuntut ilmu hukumnya fardhu kifayah, setiap orang yang menuntut ilmu sesungguhnya Allah akan membalas amalnya itu dengan pahala fardu (wajib). Dan pahala fardhu adalah lebih besar dari nafilah(sunnah)***
=FurQon agency untuk anda yang butuh kebenaran=