Selasa, 12 November 2013

KURMA "IRAN" KURMA YANG BERBUAH BUKAN PADA MUSIMNYA

Berburu "Kurma" pada musim buah kurma adalah hal yang biasa. Mereka para pecinta buah Timur tengah ini dapat memilih dan memilah jenis kurma yang disukai. Dari jenis pasaran kelas bawah, sedang sampai kelasnya raja (Ajwah, yang disebut sebagai kurna kegemaran Nabi) dan hanganya pun selangit.

Namun, dimusim yang tidak lazim buah kurma Iran bisa menjadi primadona bagi mereka yang gemar dengan buah manis ini. Buah kurma Iran sering berbuah pada tahun baru Hijriyah (Muharam) dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Pada musim yang tidak lazim inilah buah kurma Iran bisa menjadi alternatif cemilan yang menarik. Rasanya bisa lebih enak dari kurma-kurma Arab Saudi - Emirat Arab - Mekah dll. Harganya bisa dua kali lipat dengan harga pasaran pada musimnya. 

Kurma Iran berbentuk agak Lonjong, bijinya kecil dan manisnya "Gulali" lembut dilidah serta enak dikunyah. Antum penasaran? Segera hubungi kami Bp. Sadi man 081 325 377 900. Stok sangat terbatas.

Untuk kemasan 1kg harga 53.000 - Untuk kemasan 1/2kg harga 30.000 sudah termasuk ongkos kirim

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1435
MARI KITA TINGKATKAN IMAN DAN TAQWA KITA MENUJU RIDHO ALLOH

Rabu, 09 Oktober 2013

INFORMASI NGAJI TANGGAL 10 NOPEMBER 2013


 JANGAN ATUR KAMI by Sadi ms

                 Kami tidak butuh petuahmu                                                           
kami tidak perlu komentarmu                                      
kami juga tak ingin nasehatmu                                     
yang kami butuhkan, sepiring nasi dan gaji               
 dari keringat sendiri                                                          
Kami tidak rindu jadi pengemis                                   
dengan kompensasi bbm mu                                        
yang membuat cemburu tetanggaku                           
kami tak tergiur politikmu dengan menabur biji     
ditanah mati.                                                                    
Yang kami butuhkan cuma skepal nasi setiap hari  
  dan gaji dari negeri sendiri.                                             
Jangan kau anggap kami telah bahagia                       
yang mampu menelan kebijakan seenaknya              
didepan mata kami itu cuma retorika belaka             
menanamkan wacana penghibur maya                        
Jangan atur kami berdiri di negeri ini                       
sementara kehidupan pahit kami rasakan                 
ubahlah dulu arti kemerdekaan                                      
agar kami bernafas lega menghirupnya                       
Jangan campuri udara bumi ini dengan polusi          
anak-anak kami masih butuh ibu pertiwi.